Berdasarkan hasil evaluasi kursus pada Tahun 2020, maka pada Tahun 2021 Divisi Layanan kursus dibagi menjadi 2 Divisi yaitu : Divisi Western Language dan Divisi Asian Language. Divisi Asian Language di kepalai oleh . yang bertanggung jawab terhadap kursus bahasa Mandarin, Jepang, Korea dan BIPA.
BIPA adalah program pembelajaran bahasa Indonesia yang diajarkan di luar negeri dan juga di Indonesia untuk orang asing.
Pentingnya BIPA ini juga menjadi perhatian Universitas Pattimura sebagai perguruan tinggi negeri terbesar di Provinsi Maluku. Dengan Pusat Studi Bahasa sebagai ujung tombaknya, Unpatti merasa perlu untuk membentuk program pembelajaran bahasa Indonesia untuk orang asing secara formal dan institutif. Hal tersebut diwujudkan melalui upaya menjalin kemitraan dengan Badan Bahasa, Universitas Indonesia, Universitas Negeri Jakarta, Politeknik Negeri Bali, dan Fakultas Sastra Universitas Udayana, dengan mengutus beberapa orang untuk mengikuti pelatihan dan melaksanakan studi banding ke instansi-instansi tersebut, sejak tahun 2013.
Nama-nama pengajar Kelas Internasional BIPA Reguler Tahun 2026 antara lain:
- Pengajar BIPA
- Ir. Irma Kesaulya, M.Sc., Ph.D
- Novita Tabelessy, S.Pd., M.Pd.
- Sulistiawati Aipassa, S.Pd., M.A.
- M. Maspaitella, M.Pd.
- Jeclyn C. Soumokil, S.Pd., M.Pd.
- Pengajar Expert BIPA
- Revency V. Rugebregt, M.H.
- Ir. Rony E. Ririhena, Msi
- Ir. Venda J. Pical, Msi
- Niko Tulalessy
Prosedur
- Alur Prosedur Penerimaan Peserta Kegiatan
- Calon mahasiswa dapat mengajukan permohonan untuk mengikuti program BIPA Plus Universitas Pattimura dengan cara mengirimkan surel yang ditujukan kepada Pengelola Pusat Studi Bahasa Universitas Pattimura (language_lab@unpatti.ac.id.)
- Berkas lengkap mahasiswa dikirimkan secara daring setelah surat persetujuan keikutsertaan dikirimkan kepada calon mahasiswa.
- Dokumen-dokumen yang harus disiapkan untuk mendaftar yaitu: Salinan Ijazah Terakhir, Dokumen Lengkap Keimigrasian, pas foto berlatar merah yang terbaru ukuran 3×6 dan 4×6 masing-masing 4 lembar, dan esai singkat (minimal 1 halaman A4) tentang motivasi belajar Bahasa Indonesia
- Calon mahasiswa yang telah memenuhi semua persyaratan, akan diundang untuk mengikuti program kelas internasional BIPA Plus
- Calon mahasiswa harus sudah berada di Ambon dan melaporkan diri untuk mengikuti tes awal (placement test) sehari sebelum kegiatan.
- Prosedur Pelaksanaan Perkuliahan
- Perkuliahan untuk program BIPA Plus hanya berlangsung selama 10 (sepuluh) hari di Pusat Studi Bahasa Universitas Pattimura
- Jadwal perkuliahan, tim pengajar, dan sebaran mata ajar disesuaikan dengan kebutuhan dari pembelajar dalam hal ini materi-materi dasar.
- Sertifikat diberikan sebagai tanda berakhirnya program dan selesainya proses belajar melalui upacara penutupan secara internal di Pusat Studi Bahasa Universitas Pattimura.
- Prosedur Penilaian
Prosedur penilaian program BIPA Plus Universitas Pattimura mengacu pada peraturan akademik Universitas Pattimura. Nilai mahasiswa dinyatakan dalam skala angka dan huruf:
A : 85,00 – 100
B : 84,99 – 70,00
C : 55,00 – 69,99
D : 40,00 – 54,99
E : 00,00 – 39,99
Bahasa Mandarin
dengarkan (Tradisional: 北方話, Sederhana: 北方话, Hanyu Pinyin: Běifānghuà, harafiah: “bahasa percakapan Utara” atau 北方方言 Hanyu Pinyin: Běifāng Fāngyán, harafiah: “dialek Utara”) adalah dialek Bahasa Tionghoa yang dituturkan di sepanjang utara dan barat daya Republik Rakyat Tiongkok. Kata “Mandarin”, dalam bahasa Inggris (dan mungkin juga Indonesia), digunakan untuk menerjemahkan beberapa istilah Tionghoa yang berbeda yang merujuk kepada kategori-kategori bahasa Tionghoa lisan.
Dalam pengertian yang sempit, Mandarin berarti Putonghua 普通话 dan Guoyu 國語 yang merupakan dua bahasa standar yang hampir sama yang didasarkan pada bahasa lisan Beifanghua* (lihat di bawah). Putonghua adalah bahasa resmi Tiongkok dan Guoyu adalah bahasa resmi Taiwan. Putonghua – yang biasanya malah dipanggil Huayu – juga adalah salah satu dari empat bahasa resmi Singapura.
Dalam pengertian yang luas, Mandarin berarti Beifanghua (secara harafiah berarti “bahasa percakapan Utara”), yang merupakan sebuah kategori yang luas yang mencakup beragam jenis dialek percakapan yang digunakan sebagai bahasa lokal di sebagian besar bagian utara dan barat daya Tiongkok, dan menjadi dasar bagi Putonghua dan Guoyu. Beifanghua mempunyai lebih banyak penutur daripada bahasa apapun di dunia dan terdiri dari banyak jenis termasuk versi-versi yang sama sekali tidak dapat dimengerti.
Seperti ragam-ragam bahasa Tionghoa lainnya, ada banyak orang yang berpendapat bahwa bahasa Mandarin itu merupakan semacam dialek, bukan bahasa.
di Pusat Studi Bahasa sendiri, kursus Bahasa Mandarin diadakan dengan mendatangkan penutur asli Bahasa Mandarin. Untuk informasi lebih lanjut hubungi nara hubung disini.

Bahasa Korea (한국어/조선말) adalah bahasa yang paling luas digunakan di Korea, dan merupakan bahasa resmi Korea Selatan dan Korea Utara. Bahasa ini juga dituturkan secara luas di Yanbian di timur laut Tiongkok. Secara keseluruhan, terdapat sekitar 78 juta penutur bahasa Korea di seluruh dunia termasuk kelompok-kelompok besar di Uni Soviet, AS, Kanada dan Jepang. Klasifikasi resmi bahasa Korea masih belum disetujui secara universal, namun dianggap oleh banyak orang sebagai bahasa isolat. Beberapa ahli bahasa memasukkannya ke dalam kelompok bahasa Altaik. Bahasa Korea juga banyak mirip dengan bahasa Jepang yang status kekerabatannya juga kurang jelas.
Sistem penulisan bahasa Korea yang asli — disebut Hangul — merupakan sistem yang silabik dan fonetik. Aksara-aksara Sino-Korea (Hanja) juga digunakan untuk menulis bahasa Korea. Walaupun kata-kata yang paling umum digunakan merupakan Hangul, lebih dari 70% kosakata bahasa Korea terdiri dari kata-kata yang dibentuk dari Hanja atau diambil dari bahasa Mandarin.
Huruf ini dikenalkan oleh Raja Sejong pada abad ke-15, dikenal sebagai Hunmin Jeongeum. Namun, istilah Hangul baru dikenal pada permulaan abad ke-20. Setelah Hangeul digunakan pun, Hanja masih tetap dipakai, sedang Hangeul dipakai oleh orang-orang tidak berpendidikan, wanita dan anak-anak.
Namun pada perkembangannya, Hangeul makin banyak digunakan bahkan pada abad ke-19 dan permulaan abad ke-20, penggunaan Hangeul dan Hanja seimbang. Namun kini, Hanja hanya dijumpai pada tulisan-tulisan akademik dan resmi, sedangkan hampir semua papan nama, jalan, petunjuk, bahkan tulisan-tulisan informal ditulis dalam Hangeul.
Bahasa Korea pada dasarnya memiliki dialek-dialek yang saling bertalian satu sama lain. Setiap wilayah dapat memahami dialek lainnya, kecuali dialek Pulau Jeju yang dianggap kurang bisa dimengerti dari dialek-dialek provinsi lainnya.
Di PSB Unpatti , untuk pembelajaran bahasa Korea bisa dialukan dengan instruktur yang memiliki kemampuan baik dalam bahasa korea. Untuk informasi pendaftaran, bisa langsung di tanyakan ke Contact Person.
Bahasa Jepang (日本語; romaji: Nihongo; pengucapan: Nihonggo) merupakan bahasa resmi di Jepang dan jumlah penutur 125 juta jiwa.
Bahasa Jepang juga digunakan oleh sejumlah penduduk negara yang pernah ditaklukkannya seperti Korea dan Republik Tiongkok. Ia juga dapat didengarkan di Amerika Serikat (California dan Hawaii) dan Brasil akibat emigrasi orang Jepang ke sana. Namun, keturunan mereka yang disebut nisei (二世, generasi kedua), tidak lagi fasih dalam bahasa tersebut.
Bahasa Jepang terbagi kepada dua bentuk yaitu Hyoujungo (標準語), pertuturan standar, dan Kyoutsugo (共通語), pertuturan umum. Hyoujungo adalah bentuk kata/pelafalan yang diajarkan di sekolah dan digunakan di televisi dan segala perhubungan resmi.
Cara menulis dasar tulisan kana ada disini.
Di Pusat Studi Bahasa sendiri, kursus Bahasa Mandarin diadakan dengan mendatangkan penutur asli Bahasa Jepang. Untuk informasi lebih lanjut hubungi nara hubung disini.

